Kapasitas TPU Surabaya Kritis, Pemkot Siapkan Lahan Baru

Struktur Organisasi

Semakin banyaknya tempat pemakaman umum (TPU) di Surabaya yang sudah penuh menyebabkan kapasitas tersisa semakin terbatas. Beberapa lokasi, seperti TPU Babat Jerawat dan TPU Ngagel Rejo, telah mencapai kapasitas maksimal.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Dedik Irianto, sistem tumpang masih dapat dilakukan untuk keluarga yang ingin dimakamkan di lokasi yang sama.

“Meski Babat Jerawat sudah penuh, masih ada kemungkinan untuk dimakamkan di sana jika ada keluarga yang sudah lebih dulu dimakamkan. Hal yang sama berlaku untuk Ngagel Rejo, selama mendapat izin dari keluarganya,” ujar Dedik kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang mempertimbangkan untuk membuka lahan baru di Waru Gunung dan Sumberejo untuk mengatasi keterbatasan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Menurut Eri Irawan, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Pemkot telah mendapatkan 40 hektar dari total 44 hektar yang direncanakan di Sumberejo. Namun, saat ini hanya ada 10 hektar dari 80 hektar yang dibutuhkan di Waru Gunung. Menurut Eri, proses pembebasan lahan sedang berlangsung dan diharapkan selesai tahun depan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga sedang mempertimbangkan opsi lain di wilayah Surabaya Barat. Pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) pagi tadi, mereka membahas kemungkinan membuka lahan baru, termasuk di Bulak Bandarejo yang merupakan aset milik Pemkot. Dengan begitu, pemerintah berharap bisa mengatasi masalah pemukiman kumuh di daerah tersebut.

Pemerintah Kota Surabaya memiliki rencana untuk memperluas kawasan TPU Keputih dan menggunakan area yang belum dimanfaatkan. Menurut Kepala UPTD Pemakaman DLH Surabaya, Khoirun Nisa, beberapa area masih ditumbuhi rumput dan akan segera dibersihkan.

Prioritas utama kami adalah efisiensi penggunaan lahan. Ada area yang saat ini tidak dimanfaatkan sepenuhnya, dan kami akan membersihkannya untuk memaksimalkan pemanfaatan.

Pada saat ini, pemkot sedang menunggu antrean prioritas dari BRKPP untuk membebaskan lahan seluas 3.000 meter persegi di tengah TPU Keputih yang akan digunakan sebagai penghubung antara Makam Lama dan Makam Baru. Jika disetujui, hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas bagi para pengunjung.