Surabaya Darurat Lahan Makam, Pemkot Siapkan Tempat Baru di Waru Gunung & Sumberrejo

Dengan semakin tingginya angka kematian, Pemerintah Kota Surabaya menghadapi tantangan serius dalam mengelola Taman Pemakaman Umum (TPU). Saat ini, 13 TPU yang dioperasikan oleh Pemkot hampir mencapai kapasitas maksimal. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah sedang mempertimbangkan opsi untuk membuka area pemakaman baru di Waru Gunung dan Sumberejo. Dedik Irianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, menyatakan bahwa beberapa TPU seperti Babat Jerawat dan Ngagel Rejo sudah penuh. Namun demikian, sistem tumpang masih dapat diterapkan untuk keluarga yang ingin dimakamkan di lokasi yang sama.
Menurut Dedik, walaupun TPU Babat Jerawat dan Ngagel Rejo telah mencapai kapasitas maksimum, masih ada sistem tumpangan yang bisa dilakukan asalkan ada izin dari keluarga yang sebelumnya dimakamkan di sana. Namun, jika ini tidak memungkinkan, warga juga dapat memilih TPU lain seperti Kembang Kuning atau Keputih yang masih memiliki kapasitas kosong. Dedik menambahkan bahwa non-Muslim juga dapat menggunakan TPU ini sebagai alternatif.
Menurut Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, kondisi TPU yang sudah hampir penuh adalah masalah yang harus segera diatasi oleh Pemkot. Saat ini, ada dua lokasi yang sedang dinilai untuk menjadi tempat pemakaman baru yaitu Waru Gunung dan Sumberrejo. “Pada Sumberrejo, total luas rencana lahan adalah 44 hektare dan Pemkot sudah memiliki 40 hektare dari jumlah tersebut. Namun masih ada 4 hektare lagi yang perlu dibebaskan agar dapat digunakan sepenuhnya,” jelas Eri.